Kamis, 07 Agustus 2014

2 detik yang lalu..

Ini tentang detakan jarum jam yang mulai lelah melihatku dalam sebuah penantian.
Kau ada disana,, iya jelas-jelas kau ada disana. Tapi aku hanya bisa diam, terpaku dan tertunduk malu pada diriku,
Ini hanya sebuah problematika rasa aku kepadamu yang terus menggelora.



Jumat, 01 Agustus 2014

Aku mulai tak bisa membuka pikiran. Perasaan yang aku rasakan mulai menutupi semua akal sehat yang ada. Lagi-lagi aku kalah oleh perasaanku sendiri. Masa depan. atau Masa lalu? Jelas masa lalu. Aku hanya berharap ada sedikit keajaiban yang masih teringgal di bumi untukku. Agar aku tidak hanya selalu jadi pemimpi. Pemimpi cinta yang tidak pernah kadaluarsa.

Sudah aku coba untuk menyerah dan melupakannya. Tapi aku merasa kedua hal itu hanyalah kebodohan yang tidak bisa aku selesaikan dengan persamaan yang benar. Salah. Mungkin orang akan berpikir, mencintainyalah suatu kesalahan. Tapi bagiku aku tidak pernah merasa menyesal telah memberikan perasaan ini kepadanya.

Kepada dia yang selalu menjadi semangat dan motivasi terbesar dalam setiap pencapaian dan perubahan. Kepada dia yang selalu menjadi mimpi terindah di setiap malam. Kepada dia yang mengenalkanku arti kata 'Cinta Sejati' yang selalu berkorban tanpa pernah mengharapkan imbalan. Kepada dia TRP :)

Sudah lama aku tidak berbagi kisahku disini..Kisah yang hanya tentang dia.. Cinta Pertama. Aku sadar dan aku mulai merasa aku harus berhenti. Tapi aku tidak bisa menghentikan semua fatamorgana rasa yang aku buat sendiri.

Aku tau ini hanya imajinasi yang aku ciptakan. Karena kenyataannya dia tak pernah merasakan apa yang aku rasakan. Tapi berkali-kali aku berpindah pada pelabuhan yang lain, sungguh !! hati ini tetap memilihnya sebagai pengisi kesendirian.

Aku tidak mengerti mengapa sampai saat ini Allah titipkan rasa yang begitu mendalam kepadanya. Kenapa aku tidak bisa melupakan dia, semudah penghapus menghilangkan coretan pensil. Kenapa aku tidak bisa melupakan dia, seperti detergen yang dengan mudah mengangkat setiap noda pada pakaian?

Aku tidak menyesal mencintainya. Bahkan hampir 10 tahun lamanya. Lebih dari separuh usiaku di dunia ini, aku habiskan untuk mengaguminya. Semua pengorbanan yang aku lakukan tanpa balasan darinya. Hanya semata-mata karena Allah telah menitipkan fitrahnya kepadaku untuk mencintainya, tanpa pernah mengharapkan imbalan. Mencintaimu dalam diam. Hanya itu yang bisa aku lakukan untukmu. Tanpa pernah kau menyadari atau mengetahuinya. Karena semua itu murni karena rasa cintaku kepadamu, yang tidak mengharapkan apapun. Mencintaimu dengan sederhana, dengan caraku, itu sudah cukup untukku.

 Tapi satu hal yang perlu kalian ketahui, aku tidak pernah menyesal dengan semua ini. Karena dia adalah anugerah Tuhan yang membuatku dapat hidup, tidak sekedar hidup, tapi juga dapat menikmati saripati kehidupanku :)