Aku mulai tak bisa membuka pikiran. Perasaan yang aku rasakan mulai menutupi semua akal sehat yang ada. Lagi-lagi aku kalah oleh perasaanku sendiri. Masa depan. atau Masa lalu? Jelas masa lalu. Aku hanya berharap ada sedikit keajaiban yang masih teringgal di bumi untukku. Agar aku tidak hanya selalu jadi pemimpi. Pemimpi cinta yang tidak pernah kadaluarsa.
Sudah aku coba untuk menyerah dan melupakannya. Tapi aku merasa kedua hal itu hanyalah kebodohan yang tidak bisa aku selesaikan dengan persamaan yang benar. Salah. Mungkin orang akan berpikir, mencintainyalah suatu kesalahan. Tapi bagiku aku tidak pernah merasa menyesal telah memberikan perasaan ini kepadanya.
Kepada dia yang selalu menjadi semangat dan motivasi terbesar dalam setiap pencapaian dan perubahan. Kepada dia yang selalu menjadi mimpi terindah di setiap malam. Kepada dia yang mengenalkanku arti kata 'Cinta Sejati' yang selalu berkorban tanpa pernah mengharapkan imbalan. Kepada dia TRP :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar