Tadi pagi aku menelponmu dengan privat number. Sunguh tak ada sedikitpun niat untuk mempermainkanmu. Tapi lidah ini begitu beku dan kelu.. Sampai-sampai tak satu pun kata terlontar dari mulutku. Ku ulangi hal itu untuk kedua kalinya. Aku kumpulkan keberanian yang tersisa. Kuberanikan hanya untuk berkata salam padamu. Sungguh semua memori di otakku hilang bagaikan kertas yang terbakar menjadi abu..
Taukah kamu, saat itu hatiku berdebar tak menentu. Walau hanya dalam itungan detik, tapi suaramu sudah cukup mengobati rindu yang tertahan. Ku beranikan kembali diriku untuk menyapamu. Ku kumpulkan seluruh kata yang masih tersisa untuk berbicara denganmu. Tapi handphonemu mati dan aku tak bisa menghubungimu
Mungkin kamu kesal atas apa yang aku perbuat. Tapi tak pernahkah kamu berfikir seberapa besar kekesalanku atas penantian ini? Pernahkah kau berfikir bagaimana menunggu seseorang yang tak pernah mempedulikanmu. Sungguh. Qolbii Yaquulu Uhibbuka Fillah. TRP <3 p="p">
Untuk perahu yang tak pernah berlabuh pada labuhan hatiku
Untuk cinta yang tak pernah datang dalam hidupku
Pernahkah kau sadari,
Bahwa apa yang aku lakukan selama ini hanya untuk membuatmu mengerti atas perasaan ini..
Aku sadar aku tak bisa memaksamu memiliki perasaan yang sama.
Tapi aku juga tak bisa semudah itu melupakanmu.
Waktu dalam kehidupan terus berputar...
Tapi dalam putaran itu tak ada satupun cinta lain dalam hidupku.
Aku tahu aku tak bisa membiarkan ini semua terus terjadi.
Tapi aku juga tak tahu apa yang harus aku lakukan?
Melupakanmu??
Itu hanyalah hal bodoh yang ada difikiranku.
Bilapun pada akhirnya aku tak berjodoh denganmu,
Tak mengapa,ASALKAN..
Jangan paksakan aku untuk melupakan perasaan ini.
Biarkan Allah menjadi saksi segalanya..
bahwa siapapun yang menjadi jodohku kelak,
Tak bisa menggantikan perasaan ini untukmu.. 3>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar